My-Baskara

Macam-Macam Konjungsi

Macam-Macam Konjungsi

Secara umum, macam-macam konjungsi yang biasa dikenal ialah konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, konjungsi temporal, dan konjungsi antarkalimat.

Namun, dikutip dari beberapa buku, konjungsi dibedakan macamnya sesuai dengan perilaku sintaksis, ciri khusus, dan fungsinya.

Dalam bukunya Moeliono, dkk., konjungsi dilihat dari perilaku sintaksisnya dalam kalimat, dan dibagi menjadi empat macam, di antaranya:

1. Konjungsi Koordinatif
Konjungsi koordinatif merupakan konjungsi yang menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama pentingnya atau memiliki status sintaksis yang sama, contohnya adalah dan, atau, dan tetapi.

Konjungsi koordinatif agak berbeda dengan konjungsi lain karena fungsinya tak hanya menghubungkan klausa, namun konjungsi ini juga dapat menghubungkan kata.

2. Konjungsi Korelatif
Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frase atau klausa yang memiliki status sintaksis yang sama.

Konjungsi korelatif terdiri atas dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frase atau klausa yang dihubungkan, contohnya adalah baik…maupun…, tidak hanya…, tetapi juga…, demikian…sehingga…, entah…entah…, dan jangankan…,…pun….

3. Konjungsi Subordinatif
Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dan klausa itu tidak memiliki status sintaksis yang sama. Salah satu dari klausa itu merupakan anak kalimat dari induknya.

4. Konjungsi Antarkalimat
Konjungsi antarkalimat itu menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain. Posisinya selalu memulai suatu kalimat yang baru dan tentu saja huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital.

Contohnya konjungsi antarkalimat adalah biarpun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu, kemudian, sesudah itu, selain itu, sebaliknya, sesungguhnya, bahkan, tetapi, kecuali itu, dengan demikian, oleh karena itu, dan sebelum itu.

Kemudian berdasarkan buku “Tata Bahasa Indonesia: Penggolongan Kata” karya Ramlan M, konjungsi sebagai bagian dari partikel mempunyai ciri yaitu tidak terdapat pada akhir kalimat dan tidak selalu diikuti nominal, dibedakan atas:

1. Konjungsi Setara, contohnya dan, tetapi, seperti, kaya, saja, melulu, tanpa, ialah, adalah.

2. Konjungsi Tak Setara, contohnya sambil, seraya, demi, sehingga, sejak, sebab, karena.

3. Konjungsi Korelatif, contohnya kian…kian…, makin…makin…

Sementara dikutip dari buku “Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia” karya Gorys Keraf, konjungsi dibedakan berdasarkan fungsi khususnya. Di antaranya:

– Konjungsi aditif atau adjungtif: dan, lagi, lagipula, dan serta.

– Konjungsi disjungtif: baik…, atau, entah

– Konjungsi temporal (waktu): lalu, selanjutnya, apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selam, semnjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, dan tatkala.

– Konjungsi pertentangan: tetapi, melainkan, sebaliknya, dan namun.

– Konjungsi pembenaran (konsesif): meskipun, walaupun, biar, biarpun, sungguhpun, kendatipun, dan sekalipun.

– Konjungsi pembatasan: kecuali, selain, asal, dan asalkan

– Konjungsi sebab (kausal): sebab dan karena.

– Konjungsi akibat (konsekutif): sehingga, sampai, dan akibatnya.

– Konjungsi perbandingan: sebagai, sebagaimana, seperti, bagai, bagaikan, dan seakan-akan.

– Konjungsi tujuan (final): supaya, guna, dan agar.

– Konjungsi syarat (kondisional): jika, jikalau, dan kalau.

– Konjungsi korelatif: semakin…semakin…, bertambah…bertambah…, tidak hanya…tetapi juga…, sedemikian rupa…,kian…kian, sehingga…, baik…, maupun.

– Konjungsi penegas atau intensifikasi: yakni, yaitu, umpama, misalnya, ringkasnya, dan akhirnya.

– Konjungsi penjelas: bahwa

– Konjungsi situasi: sedang, sedangkan, sambil, dan padahal.

– Konjungsi pengantar kalimat: maka, adapun, akan, bahwasanya, sebermula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *